Banjarbaru Transport

Pertamina, SPBU dan Pelansir Main Mata

Mengenai praktik penjualan BBM ke pelansir ini, Humas Pertamina Regional VI Kalselteng, Bambang Irianto, mengatakan hal tersebut tidak hanya terjadi di Kalsel, di Balikpapan juga sering ditemui.

"Sering kami temui adanya main mata antara pelansir dan petugas SPBU. Tapi itu bukan kewenangan kami untuk menindak. Tapi saya tegaskan, para petugas SPBU yang terbukti melakukan praktik itu akan dikenakan sanksi," ujarnya.

Di tempat lain, Sales Representatif BBM Pertamina Region IV Kalsel, Hery Prasetyo, mengatakan disparitas harga antara solar subsidi dan nonsubsidi adalah penyebab utama terjadinya antrean di beberapa SPBU di Kalsel.

"Perbedaan ini yang sering disalahgunakan. Bayangkan saja, jika pelansir membeli solar dengan harga subsidi terus menjualnya dengan harga nonsubsidi ke perusahaan, yang harganya mencapai Rp 9.500 per liternya," ujarnya.

Ditanya mengenai pendistribusian solar, Hery mengatakan, semuanya normal. Permintaan SPBU-SPBU di Kalsel juga telah dipenuhi.

"Tiap hari kami memasok sekitar 600 kiloliter solar ke seluruh SPBU Kalsel. Jadi semua bisa dipenuhi kok, saya juga heran kenapa bisa antre seperti itu," ujarnya.
(has/dwi/ll)

Sumber: www.banjarmasinpost.co.id


Tagged as: ,

Leave a Response